Melawan Rasionalisasi dengan Sengkuyung: Warga Tancep

Sadari 11 Mei 2026 10:57:12 WIB


TANCEP ( SIDA) – Semangat warga Kalurahan Tancep tak tergoyahkan meski diterpa isu rasionalisasi anggaran. Pada Minggu (10/05/2026), masyarakat di dua titik fokus, yakni Padukuhan Jono dan Sumberan, resmi memulai tahapan prapelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).
Aksi "curi start" ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan warga sebelum nantinya dibuka secara resmi melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Gunungkidul.
Di Padukuhan Sumberan, suasana sengkut gumbregut sangat terasa. Dukuh Sumberan, Daru Sayang Diputra, terjun langsung ke lapangan menjadi motor penggerak massa. Dengan pakaian kerja lengkap, ia memimpin warga membongkar medan dan menyiapkan fondasi.
"Kita tidak ingin sekadar menunggu seremonial. Begitu material ada dan tenaga siap, kita langsung eksekusi," tegas Daru di sela-sela kegiatan.
Semangat ini menjadi jawaban atas kebijakan "bahasa kasar" pemotongan anggaran yang sempat mencuat. Bagi warga Tancep, terbatasnya stimulus anggaran bukan penghalang, melainkan pemicu untuk memperkuat swadaya tenaga.
Seluruh jajaran Pamong Kalurahan Tancep pun tampak hadir nyengkuyung di lokasi, bahu-membahu bersama elemen lembaga desa dan masyarakat umum. Kehadiran para pamong ini menambah moral warga bahwa program BBGRM adalah tanggung jawab kolektif.
Dua titik sasaran di Jono dan Sumberan kini menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong di kaki perbukitan Ngawen ini masih menjadi senjata utama dalam pembangunan desa, seberapa pun besarnya tantangan anggaran yang dihadapi.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial