Menolak Lupa Tragedi Jono: Dari Pemetaan Mahasiswa hingga Misi Reboisasi Harian Jogja

Sadari 08 Mei 2026 15:39:39 WIB

NGAWEN – Hampir dua bulan berlalu sejak bencana longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, menjadi pusat perhatian Kabupaten Gunungkidul. Sejak kejadian yang menghancurkan beberapa rumah warga pada pertengahan Februari 2026 tersebut, geliat mitigasi dan pemulihan terus mengalir silih berganti melalui program relokasi, rehabilitasi, hingga penghijauan kembali.
Langkah nyata terlihat pada Kamis (07/05/2026), ketika sekelompok siswa dari SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, didampingi tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), terjun langsung ke lokasi terdampak. Melalui semangat pengabdian sejak dini, mereka melakukan pemetaan area rawan serta menanam bibit pohon di beberapa titik bekas longsor sebagai benteng alami penahan tanah. 
Aksi dari kalangan pendidikan ini menjadi pemantik bagi agenda yang lebih besar. Media Harian Jogja dikabarkan tengah mengagendakan program reboisasi masif yang menyasar area kritis di sekitar lokasi banjir dan longsor Padukuhan Jono.
Meski antusiasme warga sangat tinggi, pelaksanaan agenda besar Harian Jogja tersebut saat ini masih dalam tahap koordinasi teknis. Pihak penyelenggara masih menunggu informasi lebih lanjut dari Protokoler Bupati Gunungkidul serta kepastian dari pihak penyedia anggaran pembangunan.
Dukuh Jono dan seluruh elemen masyarakat menyambut baik setiap upaya mitigasi ini. Baginya, kehadiran akademisi, media, dan pemerintah daerah sangat krusial untuk mengembalikan rasa aman warga sekaligus memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

 
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial