anpa Dana Pemerintah, Warga Sendangrejo "Babat" Satu Kilometer Jalan Usaha Tani
Sadari 08 Mei 2026 15:39:53 WIB
TANCEP ( SIDA) – AWAL mei 2026, Di saat banyak pihak mengkhawatirkan kebijakan rasionalisasi anggaran, warga Padukuhan Sendangrejo, Kalurahan Tancep, justru membuktikan bahwa semangat swadaya jauh lebih perkasa daripada angka-angka di atas kertas. Tanpa menunggu kucuran dana pusat maupun daerah, ratusan warga turun ke lapangan membabat pekarangan keras berbatu demi membuka akses jalan usaha tani sepanjang hampir satu kilometer.
Dukuh Sendangrejo, Samanto, menjadi pemantik utama gerakan ini. Ia berhasil meyakinkan warga bahwa merelakan sedikit harta demi kepentingan umum adalah investasi akhirat.
"Kelangan lemah semeter rong meter rapopo Dhe, keno nggo golek amal jariyah ninggali anak putu (Kehilangan tanah satu-dua meter tidak apa-apa, bisa buat amal jariyah warisan anak cucu)," ungkap salah seorang warga menirukan semangat yang berkembang di lokasi.
Akses jalan yang dibangun secara mandiri ini diharapkan mampu mendongkrak harga hasil panen dan mempermudah pengangkutan komoditas pertanian yang selama ini terkendala medan sulit. Tak hanya berhenti pada jalan, Samanto telah merancang konsep pemberdayaan ekonomi di area tersebut dengan penanaman komoditas buah-buahan khusus sebagai daya tarik wisata pertanian di masa depan.
Sinergi dengan SPAMDes
Langkah warga ini semakin lengkap dengan dukungan dari pengelola SPAMDes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa) Sendangrejo. Sebagai bentuk kontribusi, dibangun titik reservoir (bak penampungan air) raksasa dengan kapasitas lebih dari 30.000 liter.
Langkah warga ini semakin lengkap dengan dukungan dari pengelola SPAMDes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa) Sendangrejo. Sebagai bentuk kontribusi, dibangun titik reservoir (bak penampungan air) raksasa dengan kapasitas lebih dari 30.000 liter.
Selain menjamin pemenuhan kebutuhan pokok air bersih bagi warga, surplus air dari reservoir ini nantinya akan didistribusikan untuk penyiraman tanaman buah pada masa awal tanam (fase pertumbuhan) sebelum tanaman siap mandiri dengan air hujan.
Gotong royong di Sendangrejo ini menjadi tamparan positif bahwa pembangunan tidak harus selalu menunggu instruksi dan anggaran dari atas, melainkan bisa lahir dari ketulusan hati dan kesadaran kolektif masyarakat desa.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Kabar Bahagia dan Haru: Harian Jogja dan Pemkab Gunungkidul Siapkan Aksi Hijau di Episentrum Bencana
- VISITASI PERPUSTAKAAN WIJAYA
- Suasana Berbeda Apel Kerja Rutin Pemerintah Kalurahan Tancep, Babinsa Turun Langsung Berikan Arahan
- Melawan Rasionalisasi dengan Sengkuyung: Warga Tancep
- anpa Dana Pemerintah, Warga Sendangrejo "Babat" Satu Kilometer Jalan Usaha Tani
- Menolak Lupa Tragedi Jono: Dari Pemetaan Mahasiswa hingga Misi Reboisasi Harian Jogja
- "Bukan Sekadar Kumpul, Kesbangpol 'Sapa' Ormas Tancep Demi Harmoni Gunungkidul"
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










