Inovasi Lurik Pewarna Alam: Yayasan Sekar Kawung dan Kalurahan Tancep Berdayakan Ibu-Ibu Berbasis Bu

17 Juni 2026 10:31:02 WIB


TANCEP SIDA  – Yayasan Sekar Kawung Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Tancep menggelar sosialisasi dan pelatihan pengenalan warna alam pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang disertai praktik langsung ini menyasar ibu-ibu pelaku, penggiat, dan pemerhati kerajinan tradisional, khususnya tenun lurik.
Kerja sama strategis ini diinisiasi karena Kalurahan Tancep memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah untuk bahan pewarna alami. Di wilayah ini, pepohonan seperti mahoni, mangga, nangka, dan jati tumbuh subur dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pewarnaan benang lurik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Melalui pelatihan ini, kekayaan alam tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pemberdayaan lokal berbasis budaya ini difokuskan pada pengembangan wastra lurik agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar modern yang kini mulai beralih ke produk-produk berkelanjutan (eco-friendly).
Uniknya, kegiatan ini sengaja dilaksanakan di rumah Dukuh Tancep. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk mendekatkan hubungan silsilah emosional antarwarga dan pendamping, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih hangat, akrab, dan berkesan mendalam bagi para peserta.
Pemerintah Kalurahan Tancep dan Yayasan Sekar Kawung berharap sinergi ini menjadi pemantik bangkitnya industri kreatif tenun lurik pewarna alam yang mandiri, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya adiluhung di bumi Tancep.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial