Dukung Portofolio Kalurahan Budaya, Perpustakaan Wijaya Gelar Festival Dolanan Anak Tradisional di T

Sadari 05 Juni 2026 17:17:56 WIB

TANCEP SIDA – Dalam rangka memperkuat dokumen Portofolio Usulan Akreditasi Rintisan Kalurahan Budaya Tahun 2026, Perpustakaan Wijaya Kalurahan Tancep menggelar kegiatan pelestarian dolanan anak tradisional. Acara ini diselenggarakan sebagai langkah konkret untuk memenuhi indikator penilaian pada 5 Aspek Budaya, khususnya di bidang kesenian dan permainan tradisional.

Di bawah koordinasi langsung tim pengelola Perpustakaan Wijaya, belasan anak-anak di Kalurahan Tancep berkumpul untuk menghidupkan kembali berbagai jenis permainan lokal yang mulai langka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan yang sehat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bukti otentik bahwa Kalurahan Tancep aktif menjaga keberlanjutan tradisi objek pemajuan kebudayaan secara turun-temurun.

Implementasi Nyata Aspek Kesenian dan Permainan Tradisional

Dalam festival kecil ini, anak-anak tampak antusias memainkan aneka dolanan tradisional Jawa, seperti Egrang, Gobak Sodor, Benthik, hingga permainan edukasi kelompok lainnya. Kehadiran ruang dolanan ini secara langsung memperkuat data riil yang dibutuhkan dalam portofolio desa yang sedang dikejar tayang demi memenuhi tenggat waktu dinas kabupaten.

Kepala Perpustakaan Wijaya menjelaskan bahwa perpustakaan desa saat ini memiliki peran transformatif, tidak hanya sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai pusat pelestarian literasi budaya. "Kegiatan dolanan anak ini sengaja kami organisasikan secara terstruktur agar data aktivitasnya valid dan jujur saat dinilai oleh tim kurator Dinas Kebudayaan," ujarnya.

Sinergi Menuju Kalurahan Budaya

Langkah taktis yang diinisiasi oleh Perpustakaan Wijaya ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kalurahan Tancep. Pelaksanaan dolanan anak ini membuktikan adanya sinergi yang kuat antara lembaga kalurahan, penggiat literasi, dan generasi muda dalam mendukung visi desa menuju status Rintisan Kalurahan Budaya 2026.

Seluruh dokumentasi visual, daftar hadir, dan narasi aktivitas dari kegiatan dolanan anak ini langsung dikonversikan menjadi lampiran bukti fisik portofolio digital. Dengan adanya gerakan nyata di akar rumput ini, Kalurahan Tancep optimistis dapat lolos dalam tahapan kurasi berkas dan siap menyambut tim penilai pada visitasi lapangan durasi 2 jam berbusana Kejawen jangkep mendatang. (Red)

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial