Perjuangan Tanpa Lelah Pamong Tancep: Dari Persiapan Siang-Malam hingga Sukses Persembahkan Pisungsu

Sadari 06 April 2026 09:26:29 WIB


TANCEP (SIDA) , Di balik kemegahan Kirab Pamong Kalurahan se-DIY yang memadati jantung Kota Yogyakarta pada Kamis (2/4), tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari jajaran Pemerintah Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen. Demi memberikan penghormatan terbaik bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X, para pamong dan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Tancep mencurahkan totalitas tenaga dan waktu dalam persiapan yang menguras fisik.
Militansi Persiapan: Siang, Malam, hingga Dini Hari
Proses penyusunan Pisungsun dan Glondong Pengarem-arem tidak dilakukan secara instan. Selama beberapa hari terakhir, kantor kalurahan menjadi saksi kesibukan para pamong dan tokoh masyarakat yang bekerja tanpa henti dari siang hingga larut malam. Mereka bahu-membahu menyeleksi hasil bumi terbaik dan mengolah panganan khas untuk disusun menjadi persembahan yang layak.
Puncak dari effort luar biasa ini terjadi pada dini hari menjelang pelaksanaan kirab. Demi memastikan rombongan tiba tepat waktu di lokasi kumpul, seluruh peserta dari Kalurahan Tancep sudah terjaga dan bersiap sejak tengah malam. Di saat sebagian besar warga masih terlelap, rombongan dengan busana adat Peranakan ini sudah bertolak dari ujung utara Gunungkidul menembus dinginnya malam menuju pusat Kota Yogyakarta.
Bukti Syukur dari Tanah Tancep
Perjuangan ini terasa semakin bermakna mengingat hasil bumi yang dipersembahkan berasal dari tanah Kalurahan Tancep yang secara alami tergolong kurang subur. Keberhasilan membawa palawija, sayur-mayur, dan panganan olahan berkualitas merupakan bukti nyata ketekunan petani dan warga lokal yang mampu menaklukkan tantangan alam. Pisungsun ini bukan sekadar buah tangan, melainkan representasi dari cucuran keringat dan doa masyarakat Tancep.
Sukses Penyampaian dan Penghormatan di Hadapan Ngarsa Dalem
Segala lelah dan kantuk terbayar lunas saat rombongan Kalurahan Tancep tiba di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Dengan langkah khidmat dan penuh wibawa sebagai representasi "Abdi Dalem", prosesi penyampaian penghormatan dan penyerahan Glondong Pengarem-arem di hadapan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X berjalan dengan sukses dan lancar.
Momen sakral saat persembahan dari tanah Tancep diterima secara terhormat menjadi puncak emosional bagi seluruh peserta. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi jajaran pemerintah kalurahan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahan dan jarak bukanlah penghalang untuk menunjukkan bakti dan loyalitas tertinggi kepada pemimpin dan budaya Yogyakar
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar