Tampil Bak Abdi Dalem, Pamong dan LKK Kalurahan Tancep Serahkan Pisungsun Hasil Bumi ke Keraton Yogy

Sadari 04 April 2026 11:05:19 WIB

Tancep (SIDA) – Semangat golong gilig dan bakti budaya ditunjukkan secara khidmat oleh Pemerintah Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Dipimpin langsung oleh Lurah, seluruh jajaran Pamong Kalurahan beserta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Tancep turut serta dalam kirab agung perayaan 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Kamis (2/4).

Busana Peranakan: Simbol Pengabdian Pelayan Rakyat
Ada yang istimewa dari penampilan kontingen asal Kalurahan Tancep ini. Seluruh rombongan tampil kompak mengenakan busana adat Yogyakarta versi Peranakan. Penggunaan busana ini menjadi representasi simbolis bahwa Lurah dan Pamong adalah "Abdi Dalem" yang bertugas melayani masyarakat sekaligus menjaga amanah kebudayaan di tingkat akar rumput. Dengan langkah tegap, rombongan Tancep berjalan menyusuri kawasan Malioboro menuju Pagelaran Keraton, bergabung dengan ribuan peserta lainnya se-DIY.
Syukur dari Tanah Tancep yang Tak Bertepi
Sebagai wujud penghormatan (caos bekti), kontingen Tancep membawa Pisungsun dan Glondong Pengarem-arem yang melimpah. Persembahan ini menjadi sangat bermakna karena berasal langsung dari bumi Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen.
Meski secara geografis tanah di wilayah Kalurahan Tancep tergolong kurang subur dan penuh tantangan, namun berkat ketekunan para petani dan warganya, tanah ini tetap mampu mengeluarkan hasil bumi yang melimpah. Berbagai hasil panen berupa palawija, sayur-mayur, hingga produk olahan pangan lokal dibawa sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan keberkahan yang tetap mengalir bagi masyarakat Tancep di bawah naungan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sinergi dalam Harmoni Budaya
Keterlibatan aktif LKK Tancep dalam kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan dengan lembaga kemasyarakatan dalam menjaga harmoni budaya. Sesampainya di Bangsal Pagelaran, seluruh hasil bumi dan makanan olahan dari Kalurahan Tancep diserahkan secara simbolis sebagai puncak dari perjalanan pengabdian warga, sekaligus doa bagi kesehatan Ngarsa Dalem serta kemakmuran rakyat Yogyakarta.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar