Malam Kemanusiaan di Tancep: 27 Kantong Darah untuk Gunungkidul

Sadari 30 Maret 2026 08:05:46 WIB

TANCEP (SIDA);- Di balik citra Bumi Handayani yang sering dikenal dengan karakter alamnya yang gersang dan keras, tersimpan "mutiara-mutiara" kemanusiaan yang berkilau di tengah gelapnya malam. Hal ini terbukti nyata di Balai Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, pada Sabtu malam (28/03/2026). Saat warga lain mulai beristirahat, denyut kepedulian justru menguat dalam sebuah aksi donor darah sukarela.

Dimulai tepat pukul 19.30 WIB, kegiatan ini menjadi panggung sinergi yang solid antara Pemerintah Kalurahan Tancep, jajaran relawan lokal, serta para sukarelawan lintas sektor. Mereka bahu-membahu mengatur alur pendaftaran hingga pendampingan bagi para pendonor yang hadir dengan tulus.

Para pendonor ini ibarat mutiara tersembunyi; sosok-sosok sederhana yang kerelaannya sangat dinantikan oleh warga lain di seluruh penjuru Gunungkidul. Mengingat tingginya kebutuhan medis, stok darah di wilayah ini sering kali cepat habis terserap untuk keperluan pasien di berbagai rumah sakit. Kehadiran para sukarelawan di Tancep malam itu menjadi jawaban atas dahaga kebutuhan stok darah yang kian mendesak.

Petugas dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Gunungkidul tampak sigap melayani satu per satu warga yang telah lolos skrining kesehatan. Hingga acara berakhir, tercatat sebanyak 27 kantong darah berhasil dikumpulkan. Sebuah angka yang lahir dari ketulusan warga di tengah keterbatasan.

Hasil donasi darah ini langsung dibawa oleh tim PMI untuk segera diproses dan didistribusikan. Aksi di Tancep ini kembali membuktikan bahwa di tanah yang tampak kering sekalipun, mata air kemanusiaan warga Handayani tetap mengalir deras untuk sesama.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar