Longsor dan Banjir Lumpur Terjang Padukuhan Jono, Tancep

Sadari 19 Februari 2026 09:45:51 WIB

TANCEP – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Desa Tancep pada Selasa (17/02) mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama lebih dari 3 jam sejak pukul 14.00 WIB menyebabkan kerusakan serius di area pemukiman warga, tepatnya di wilayah Padukuhan Jono.
Berdasarkan laporan di lapangan, derasnya air hujan memicu pergerakan tanah yang mengakibatkan satu rumah warga hancur total. Selain itu, beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap akibat tertimpa material longsor.
Tak hanya kerusakan bangunan, luapan air yang membawa material tanah juga merendam area pemukiman. Tercatat belasan rumah warga kini terpapar endapan lumpur tebal yang masuk hingga ke dalam ruangan, sehingga aktivitas warga lumpuh total.
"Hujan mulai sangat deras sekitar jam 2 siang lewat. Karena durasinya lama, air dari perbukitan turun membawa lumpur dan terjadi longsor yang menimpa rumah," ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, warga dibantu relawan dan aparat setempat masih berupaya melakukan evakuasi mandiri dan mengamankan barang-barang berharga. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah Desa Tancep menghimbau warga di area rawan longsor untuk tetap waspada dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, mengingat cuaca masih terpantau mendung dan berpotensi hujan susulan.
 

Dokumen Lampiran : Longsor dan Banjir Lumpur Terjang Padukuhan Jono, Tancep


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar