MELESTARIKAN ADAT DAN TRADISI SADRANAN

Administrator 14 Februari 2026 21:23:12 WIB

     Tancep (SIDA)- Sebagian masyarakat kalurahan Tancep masih secara rutin setiap tahun khususnya di bulan Sya’ban atau Ruwah melaksanakan adat dan tradisi sadranan dalam rangka untuk mendoakan arwah para ahli kubur terutama dipadukuhan Sumberan yang di pusatkan dipendapa dan lingkungan makam Sumur Jero (Jum’at, 13/02/2026) dan padukuhan Bantengwareng yang dipusatkan diPendapa makam Kutho (Sabtu, 14/02/2026)

     Hadir dalam acara tersebut Panewu Ngawen beliau bapak Agus Sumaryono beserta rombongan, lurah Tancep beliau bapak Yudianto beserta pamong, tokoh Masyarakat dan seluruh warga masyarakat padukuhan Bantengwareng dan sekitarnya

     Adat dan tradisi Sadranan di padukuhan yang diadakan setiap bulan ruwah ini setiap warga masyakarat memberi sedakah dengan ciri khas nasi Ingkung ayam dan lauk tradisional (sayur lombok, baceman, trancaman dan makanan lainnya), untuk acara sadranan tahun ini terkumpul ingkung ayam sejumlah 223 ekor yang selanjutnya setelah diterima oleh panitia dan diikrarkan oleh tokoh sepuh masyarakat lalu dibagikan kepada semua yang hadir dalam baik para keluarga yang berhajat maupun para pengunjung.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar